Irvan Pratama, Processing Refining Expert / Metallurgy Division Lead di Tura Consulting Indonesia, berkesempatan menyampaikan paparan strategis dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Integrasi Energi Terbarukan dan Smelter: Tantangan dan Peluang. Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Energi Sumberdaya Mineral pada 31 Mei 2024 di Bogor ini bertujuan mendukung penyusunan Background Study Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Dalam forum ini, Irvan memaparkan analisis mendalam mengenai potensi integrasi energi terbarukan ke dalam operasi smelter, yang merupakan langkah krusial dalam mengurangi jejak karbon sektor pertambangan dan mendorong industri hijau di Indonesia. Ia menekankan bahwa adopsi energi terbarukan tidak hanya sejalan dengan komitmen global terhadap net-zero emission, tetapi juga peningkatan efisiensi operasional dan daya saing smelter nasional dalam jangka panjang.
“Integrasi energi terbarukan ke dalam smelter adalah langkah strategis yang memerlukan sinergi antara kebijakan pemerintah, investasi teknologi, dan kolaborasi antar stakeholder. Ini bukan hanya tentang sustainability, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah bagi industri dan masyarakat,” ujar Irvan dalam paparannya.
Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyusun RPJMN 2025-2029 yang inklusif dan berorientasi masa depan. Tura Consulting Indonesia turut berkontribusi dalam memberikan rekomendasi berbasis data dan praktik terbaik, khususnya dalam hal efisiensi energi dan peningkatan daya saing industri smelter.
Tura Consulting Indonesia akan terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah dan inisiatif industri yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami berkomitmen untuk mewujudkan visi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.